Anggaran Riset Indonesia Naik 50 Persen, Fokus Pada Ekonomi dan Proyek Pesawat Amfibi
Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan anggaran riset nasional hingga 50 persen. Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan dana riset Indonesia yang saat ini masih di angka 0,3 persen dari PDB.
Selain untuk pertumbuhan ekonomi, dana ini juga akan dialokasikan untuk pengembangan industri strategis, termasuk proyek pesawat amfibi N-219.
Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan besar dengan sekitar 1.200 guru besar, rektor, dan dekan dari seluruh Indonesia di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis siang.
Dalam pertemuan ini, Kepala Negara menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor riset dan inovasi nasional.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria menyatakan, anggaran riset akan ditingkatkan sebesar 50 persen dari jumlah saat ini. Keputusan ini disambut antusias oleh para akademisi yang hadir.
Selama ini, dana riset Indonesia dinilai masih sangat rendah, yakni hanya berkisar di angka nol koma tiga persen dari Produk Domestik Bruto atau PDB. Angka ini tertinggal jauh dibandingkan negara-negara maju maupun negara tetangga di Asia.
Dengan peningkatan anggaran ini, BRIN berharap hasil riset dapat menjadi motor penggerak ekonomi, mengatasi kemiskinan, serta menciptakan lapangan kerja baru. Selain sektor strategis seperti tekstil dan sepatu, fokus utama juga diarahkan pada industri dirgantara.
Salah satu proyek mercusuar yang tengah dikebut adalah pengembangan pesawat N-219 versi amfibi. Proyek ini diinisialisasi BRIN dengan PT Dirgantara Indonesia.
Peningkatan dana riset ini diharapkan tidak hanya berhenti pada angka, namun mampu menghasilkan inovasi nyata yang dapat dinikmati masyarakat luas serta memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia di masa depan. (PTR)