Atasi Harga Plastik yang Melambung, Pemerintah Impor Bahan Baku dari Amerika hingga Afrika
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, buka suara terkait naiknya harga plastik yang kian meresahkan para pedagang.
Budi menyebut pemerintah telah membuka alternatif untuk melakukan impor dari tiga wilayah lain, yakni Amerika, India, dan Afrika.
Langkah ini diambil guna mengatasi tersendatnya pasokan bahan baku akibat konflik geopolitik.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan penyebab naiknya harga plastik terjadi akibat terganggunya pasokan bahan baku utama berupa biji plastik, yang selama ini banyak diimpor dari kawasan Timur Tengah.
Kondisi geopolitik yang memanas membuat distribusi bahan baku tersendat. Budi menyebut sebagai langkah cepat, pemerintah kini mencari sumber pasokan alternatif dari sejumlah negara lain, di antaranya India, Amerika Serikat, hingga kawasan Afrika.
Tak hanya itu, pemerintah juga menggandeng perwakilan perdagangan di luar negeri untuk membantu membuka jalur suplai baru. Langkah ini diharapkan mampu menekan dampak kenaikan harga dalam jangka pendek.
Di sisi lain, kondisi global juga memperparah situasi. Sejumlah produsen plastik di negara seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, hingga Singapura, dilaporkan mengalami force majeure.
Meski demikian, pemerintah memastikan proses impor dari negara alternatif sudah berjalan. Namun, distribusi masih membutuhkan waktu hingga pasokan kembali stabil.
Pemerintah berharap langkah diversifikasi pasokan ini dapat segera menstabilkan harga plastik di dalam negeri, sekaligus menjaga keberlangsungan industri yang bergantung pada bahan baku tersebut.