Banjir di 28 Desa Dilaporkan Telah Surut
Banjir yang sebelumnya merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, kini berangsur surut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Landak mencatat sebanyak 28 desa telah kembali normal. Meski demikian, status siaga masih diberlakukan dan posko pemantauan tetap diaktifkan selama 14 hari, terhitung sejak Minggu, 10 Januari 2026.
Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, kini berangsur surut. Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Kabupaten Landak hingga Rabu siang, 14 Januari 2026, sebanyak 28 desa yang sebelumnya terendam banjir telah mengalami surut.
Banjir sebelumnya melanda sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Banyuke Hulu, Air Besar, Jelimpo, Menyuke, Mempawah Hulu, Kuala Behe, Menjalin, Meranti, hingga kecamatan yang menjadi ibu kota Kabupaten Landak, yaitu Kecamatan Ngabang.
Meski kondisi berangsur membaik, BPBD Kabupaten Landak tetap mengaktifkan posko siaga untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Selama masa tanggap darurat, BPBD Landak bersama tim gabungan dari Palang Merah Indonesia dan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Ngabang melakukan monitoring langsung ke lapangan. Tim juga memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis kepada warga terdampak banjir.
Sejumlah warga, terutama anak-anak dan lanjut usia, ditemukan mengalami gangguan kesehatan seperti demam dan keluhan pascabanjir, sehingga langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi.
BPBD Kabupaten Landak tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, serta segera melaporkan apabila terjadi keadaan darurat di lingkungan masing-masing. (DRI)