Banjir Rob Diprediksi Capai 2 Meter, Warga Diimbau Waspada
Banjir rob mencapai dua meter. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
Sebelumnya, BMKG merilis puncak pasang air laut atau banjir rob terjadi pada rentang tanggal 4 hingga 7 Januari 2026.
Pemerintah Kota Pontianak terus memantau kondisi banjir rob yang terjadi di sejumlah wilayah. Berdasarkan hasil pemantauan pada Selasa, 6 Januari 2026, ketinggian air pasang laut dilaporkan dapat mencapai hingga dua meter.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan kenaikan muka air paling signifikan terjadi pada pagi hari. Sementara pada siang hingga sore hari, tinggi air cenderung tidak mengalami peningkatan yang berarti.
Namun demikian, Edi mengingatkan adanya potensi risiko yang lebih besar apabila banjir rob terjadi bersamaan dengan hujan lebat dan angin kencang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketinggian air meningkat, seperti yang pernah terjadi pada banjir rob awal Desember lalu.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya warga yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas dan kawasan rendah yang rawan terdampak banjir rob.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG telah merilis informasi bahwa puncak pasang air laut atau banjir rob terjadi pada rentang tanggal 4 hingga 7 Januari, dengan ketinggian mencapai dua meter dari muka air rata-rata atau di atas permukaan laut, baik dari Sungai Kapuas maupun air laut.
Berdasarkan data yang ada, puncak pasang terjadi pada pukul 06.00 hingga 07.00 Waktu Indonesia Barat. Setelah pukul 07.00 hingga 08.00 Waktu Indonesia Barat, air mulai berangsur surut dengan penurunan yang cukup cepat. (END)