BBPOM Sisir Pedagang Kue Dengan Laboratorium Keliling
Guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado melakukan intensifikasi pengawasan pangan olahan di sejumlah titik keramaian.
Menggunakan mobil laboratorium keliling, petugas mengambil sampel berbagai jenis takjil, mulai dari wilayah bandara hingga Malalayang, untuk mendeteksi kandungan bahan kimia berbahaya.
Ramadan di Kota Manado, Sulawesi Utara, selalu diwarnai dengan menjamurnya pedagang takjil musiman. Untuk mengantisipasi penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang, BBPOM Manado melakukan aksi jemput bola dengan menyisir lapak-lapak pedagang dari ujung utara hingga selatan kota.
Petugas fokus mengambil sampel pangan olahan, terutama kue-kue basah yang memiliki warna mencolok dan tekstur kenyal mencurigakan. Melalui laboratorium keliling, sampel tersebut langsung diuji di lokasi untuk mendeteksi empat parameter zat berbahaya yang kerap disalahgunakan, yakni boraks, formalin, serta pewarna tekstil Rhodamin-B dan Metanil Yellow.
Kepala BBPOM Manado, Hermanto, menegaskan bahwa pengawasan ini tidak hanya menyasar kandungan kimia, tetapi juga aspek kebersihan lingkungan tempat jualan. Selain pengujian laboratorium, petugas juga memberikan edukasi kepada para pedagang agar selalu menjaga sanitasi tempat berjualan.
Masyarakat pun diimbau untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli pangan untuk berbuka puasa