BPBD Kalbar Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla dan Bersiap Hadapi Batingsor
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga 14 hari ke depan.
Perpanjangan dilakukan karena masih ditemukannya titik api, sekaligus sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung menjelang musim hujan.
Meski kondisi sebaran titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat tercatat membaik, Pemprov Kalbar tetap memperpanjang status tanggap darurat karhutla selama 14 hari ke depan.
Langkah ini diambil karena masih ditemukannya titik api di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Ketapang, serta tiga kabupaten lain yang masih menetapkan status tanggap darurat, yakni Kayong Utara, Melawi, dan Mempawah.
BPBD Kalbar bersama Satgas Udara dan Darat tetap memaksimalkan operasi pemadaman maupun Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada titik-titik yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.
Selain fokus pada karhutla, Pemprov Kalbar mulai mengalihkan fokus kesiapsiagaan pada potensi bencana banjir, tanah longsor, dan puting beliung (Batingsor). Hal ini menindaklanjuti rilis resmi BMKG terkait potensi peningkatan curah hujan pada pertengahan Oktober mendatang.