BPBD Pastikan Banjir Terkendali, Sungai Landak Kembali Normal
Banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, kini berangsur surut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Landak memastikan kondisi saat ini sudah terkendali dan tidak ada laporan banjir susulan.
Banjir di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, berangsur surut. Berdasarkan data rekap bencana BPBD Kabupaten Landak hingga Selasa siang, 13 Januari 2026, sebanyak 22 desa yang sebelumnya terdampak banjir kini telah surut.
Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Banyuke Hulu, Air Besar, Jelimpo, Menyuke, Mempawah Hulu, Kuala Behe, Menjalin, Meranti, hingga Ngabang.
Inilah kondisi terkini di Desa Hilir Tengah, Dusun Sri Bernian, Kabupaten Landak. Wilayah ini sempat terendam banjir pada hari Minggu lalu. Namun kini air telah surut dan aktivitas warga kembali berjalan normal.
Rekaman video juga menunjukkan kondisi rumah warga di Desa Raja, Dusun Raiy. Sebelumnya permukiman ini terdampak banjir pada hari Minggu kemarin. Saat ini, genangan air sudah tidak terlihat dan lingkungan kembali normal seperti biasa.
Surutnya banjir membuat warga yang sebelumnya terpaksa mengungsi atau membatasi aktivitas kini sudah dapat beraktivitas kembali di rumah masing-masing.
Kepala BPBD Kabupaten Landak, Stefanus Suseno Caroko Hadi, menyebutkan hingga saat ini kondisi Sungai Landak terpantau normal dan tidak ada peningkatan tinggi muka air, terutama di wilayah hulu.
Selain itu, para pengungsi mandiri yang sempat mengungsi di sejumlah titik, termasuk di surau dekat Steher, kini sudah kembali ke rumah masing-masing.
Meski kondisi sudah berangsur normal, BPBD Kabupaten Landak tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir untuk mengantisipasi perubahan cuaca dan kemungkinan bencana susulan.
BPBD Kabupaten Landak mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana. (DRI)