Dampak Kuota Haji Berbasis Provinsi, Jemaah Landak Turun Jadi 3 Orang
Perubahan sistem kuota haji nasional tahun 2026 membawa dampak signifikan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Landak mengalami penurunan drastis dari 52 orang pada tahun lalu menjadi hanya 3 orang pada tahun ini.
Penurunan ini terjadi bukan karena berkurangnya kuota secara nasional, melainkan adanya perubahan sistem yang kini berbasis provinsi, bukan lagi per kabupaten.
Perubahan kebijakan kuota haji nasional tersebut didasarkan pada Undang-Undang terbaru nomor 14 tahun 2025 yang mengubah mekanisme penentuan keberangkatan jemaah.
Jika sebelumnya kuota ditentukan berdasarkan jatah per kabupaten atau kota, kini penentuan dilakukan berdasarkan kuota provinsi dan urutan pendaftaran secara nasional atau sistem first come first served di tingkat wilayah.
Dampaknya, Kabupaten Landak yang sebelumnya mampu memberangkatkan puluhan jemaah, kini hanya akan memberangkatkan tiga orang pada musim haji 2026.
Hal ini terjadi karena sebagian besar pendaftar lama di Kabupaten Landak sudah diberangkatkan pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga antrean yang tersisa berada di urutan bawah dibandingkan daerah lain dalam satu provinsi.
Sementara itu, daerah lain yang masih memiliki daftar tunggu (waiting list) lebih lama mendapatkan prioritas keberangkatan yang lebih besar dalam sistem baru ini.
Sebagai contoh, di Kota Pontianak jumlah jemaah yang akan diberangkatkan mencapai sekitar 1.500 orang, karena kepadatan antrean pendaftar di ibu kota provinsi tersebut yang masih sangat tinggi.
Meski terjadi penurunan jumlah yang sangat drastis, para calon jemaah di Kabupaten Landak disebut telah memahami perubahan regulasi tersebut karena sosialisasi telah dilakukan sejak dini oleh pihak terkait.
Saat ini, persiapan keberangkatan terus dimatangkan, mulai dari bimbingan manasik haji, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, hingga pengurusan kelengkapan administrasi seperti visa.
Jemaah haji asal Kabupaten Landak dijadwalkan akan mulai berangkat pada awal Mei 2026. Mereka tergabung dalam Kloter 14 dengan rute perjalanan dimulai dari Landak menuju Pontianak, dilanjutkan ke embarkasi Batam, sebelum akhirnya terbang langsung menuju Madinah, Arab Saudi.