DPR Usul Pemerintah Cari Stok BBM dari Negara Selain Timur Tengah
Konflik geopolitik di Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat masih berlanjut dan mulai memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global, termasuk di Indonesia.
Untuk menjaga ketahanan energi nasional, pemerintah mulai mempertimbangkan peningkatan pasokan minyak dan gas (migas) dari negara-negara lain.
Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, mengatakan bahwa sekitar 20% kebutuhan migas nasional saat ini berasal dari kawasan Timur Tengah.
Oleh karena itu, pemerintah mesti waspada mengingat dampak konflik tersebut bisa meluas dan memengaruhi jalur distribusi energi global.
Eddy menambahkan, sejumlah negara seperti Nigeria, Aljazair, Brasil, Australia, hingga Amerika Serikat kini menjadi opsi strategis untuk menutup potensi kekurangan pasokan dari Timur Tengah.
Lebih lanjut, Eddy menjelaskan perlunya langkah diversifikasi sumber energi agar Indonesia tidak bergantung pada satu kawasan saja.
Hal ini penting untuk memastikan stabilitas stok energi dalam negeri di tengah ketidakpastian situasi global.