Eksebisi Meriam Karbit Pontianak 2026, 229 Balok Meriam Menggelegar Diantara Gema Takbir Lebaran
Dentuman 229 meriam karbit menyemarakkan malam Lebaran di Kota Pontianak.
Budaya permainan rakyat yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia oleh Kemendikbudristek RI ini pun kembali mengundang perhatian besar dari banyak pihak serta ribuan warga yang memadati tepian Sungai Kapuas.
Dentuman meriam karbit saling bersahutan di malam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Suara letupan yang menggelegar dari moncong meriam terdengar membahana di antara gema takbir yang berkumandang di seluruh penjuru Kota Pontianak, menciptakan atmosfer perayaan yang sangat khas dan meriah.
Sebanyak 229 meriam yang terbuat dari batang balok kayu besar ini turut serta dalam eksibisi meriam karbit yang digelar Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak.
Tradisi ini menjadi simbol kekuatan dan kebersamaan masyarakat lokal dalam menjaga akar budaya Melayu di Kalimantan Barat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, bersama Kapolresta Pontianak, Dandim 1207/Pontianak, serta para tamu undangan menyulut meriam karbit secara bergiliran.
Prosesi penyulutan ini menandai peresmian eksibisi meriam karbit yang secara rutin digelar setiap tahun sebagai agenda tahunan yang paling dinanti.
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono mengatakan bahwa eksibisi meriam karbit tahun 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melestarikan budaya lokal yang telah menjadi tradisi turun-temurun.
Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai identitas daerah yang harus tetap dijaga orisinalitasnya oleh generasi mendatang.
Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen untuk mengemas festival ini dengan lebih terencana di masa depan, baik dari segi konsep acara maupun dukungan pendanaan.
Wali Kota berharap eksibisi meriam karbit dapat menjadi salah satu magnet daya tarik wisata unggulan yang mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kota Pontianak.