Transisi Energi Pertamina Group: Elnusa Petrofin Ikut Kelola Logistik Green Hydrogen di Tanjung Sekong
FOTO: PT Elnusa Petrofin mendukung penuh peresmian Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong Cilegon. Strategi perkuat portofolio bisnis rendah karbon. (Ist.)
Cilegon — PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, memberikan dukungan penuh terhadap implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Peresmian proyek ramah lingkungan oleh PT Pertamina (Persero) ini menjadi tonggak penting dalam penguatan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pengembangan ekosistem energi rendah karbon, sekaligus membuka ruang pertumbuhan bisnis baru berbasis green energy di lingkungan Pertamina Group.
Keterlibatan Elnusa Petrofin merupakan bagian dari strategi jangka panjang Elnusa dalam memperluas portofolio bisnis rendah karbon (low carbon business). Langkah ini memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang adaptif terhadap transisi energi, sekaligus mencerminkan komitmen Elnusa Group dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui diversifikasi bisnis yang selaras dengan tren global dekarbonisasi dan roadmap Net Zero Emission (NZE) 2060.
Program Green Terminal itu sendiri dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan yang berbasis pada delapan pilar keberlanjutan. Pilar tersebut mencakup sistem manajemen lingkungan, infrastruktur berstandar internasional, digitalisasi operasional, teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkuler, pengendalian kualitas lingkungan, perlindungan biodiversitas, serta penguatan kapasitas SDM. Implementasi standar ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing aset energi nasional di pasar global yang semakin mengutamakan praktik ESG.
Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menyampaikan bahwa Green Terminal merupakan bagian dari pengembangan ekosistem green energy dan implementasi Roadmap NZE 2060 Pertamina. “Inisiatif ini sekaligus sebagai upaya memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya Sabtu (14/2/2026).
Terminal LPG Tanjung Sekong dipilih sebagai proyek percontohan karena memiliki peran yang sangat strategis dalam infrastruktur energi nasional. Fasilitas ini menyumbang sekitar 35 hingga 40 persen terhadap total kebutuhan LPG nasional, dengan kapasitas penyimpanan mencapai 98.000 metrik ton, serta dermaga yang mampu menampung kapal berkapasitas hingga 65.000 DWT. Transformasi terminal ini menjadi Green Terminal secara otomatis memperkuat fondasi keberlanjutan pada salah satu aset energi paling vital di Indonesia.
Dalam proyek strategis ini, Elnusa Petrofin berperan sebagai mitra logistik dalam rantai nilai green energy Pertamina, khususnya untuk mendukung distribusi Green Hydrogen yang diproduksi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dari panas bumi Ulubelu. Green Hydrogen tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung operasional pembangkit listrik rendah karbon milik PT Pertamina Energy Terminal (PET) di Tanjung Sekong, mencerminkan sinergi hulu hingga hilir dalam ekosistem energi bersih.
Pemanfaatan pembangkit listrik berbasis Green Hydrogen ini ditargetkan mampu memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik operasional terminal sekaligus menurunkan emisi tidak langsung (Scope 2). Bagi Elnusa Group, partisipasi dalam rantai distribusi energi rendah karbon ini menjadi pijakan awal untuk memperluas kapabilitas logistik energi bersih, serta membuka potensi pendapatan berulang (recurring revenue) di segmen transisi energi.
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menegaskan bahwa dukungan terhadap proyek ini merupakan bagian dari transformasi bisnis Elnusa Petrofin menuju layanan logistik energi yang lebih berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas entitas di internal Pertamina Group, implementasi Green Terminal Tanjung Sekong diharapkan dapat menjadi model infrastruktur energi rendah karbon yang tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga memperkuat penciptaan nilai (value creation) bagi Elnusa dalam era transisi energi. (Aw/03)