Festival Melayu Ke-IV Kabupaten Sekadau Resmi Ditutup
Meski diguyur hujan, semangat masyarakat tidak surut untuk menghadiri penutupan Festival Melayu ke-IV Kabupaten Sekadau.
Acara penutupan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, ditandai dengan pemukulan rebana sebagai simbol berakhirnya rangkaian pesta Melayu Kabupaten Sekadau tahun 2026.
Penutupan Festival Melayu ke-IV Kabupaten Sekadau dihadiri Wakil Bupati Subandrio, Raja Kesuma Negara Gusti Muhammad Efendi selaku Raja Sekadau, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, para kepala OPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan juri, para peserta lomba, serta masyarakat Kabupaten Sekadau yang tetap antusias mengikuti kegiatan hingga akhir acara.
Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Wakil Bupati Sekadau secara resmi menutup festival melalui pemukulan rebana sebagai tanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pada Rabu malam, 3 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sekadau Subandrio menyampaikan selama beberapa hari pelaksanaan festival, masyarakat disuguhkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya, lantunan syair, pantun, serta semangat kompetisi yang tinggi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa budaya Melayu tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Kepada para pemenang lomba, wakil bupati mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih dan berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan. Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, dia berpesan agar tidak berkecil hati karena partisipasi mereka merupakan bentuk nyata kecintaan terhadap budaya daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Festival Melayu ke-IV Kabupaten Sekadau, Abang Irwandi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, termasuk malam penutupan yang tetap berjalan dengan baik meski cuaca kurang bersahabat.
Penutupan Festival Melayu ke-IV Kabupaten Sekadau juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya serta kehadiran artis asal Pontianak, Ali Akbar, yang turut menghibur masyarakat. (MUS)