Fit and Proper Test Perdana Calon Gubernur BI Solikin M Juhro
Komisi Sebelas DPR RI hari ini menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Dalam ujian yang berlangsung, isu depresiasi nilai tukar rupiah, stabilitas makroekonomi, serta strategi mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi sorotan utama anggota Komisi Sebelas.
Komisi Sebelas DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jumat 23 Januari 2026.
Dari tiga nama calon yang diajukan Presiden Prabowo Subianto, hari ini Komisi Sebelas menguji Solikin M. Juhro.
Sepanjang proses ujian, anggota dewan mendalami sejumlah isu strategis, terutama terkait pergerakan nilai tukar rupiah yang tertekan, upaya menjaga stabilitas makroekonomi, serta keseimbangan antara pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Solikin M. Juhro yang saat ini menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, menyampaikan visi dan misi dalam tema materi yakni memperkuat sinergi mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, berdaya tahan, dan inklusif untuk Indonesia Maju.
Usai seluruh rangkaian fit and proper test selesai, Ketua Komisi Sebelas DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai paparan dan jawaban Solikin M. Juhro menunjukkan penguasaan substansi, khususnya dalam merespons isu rupiah, stabilitas, dan pertumbuhan.
Misbakhun juga menyebut dalam sesi ujian, anggota Komisi Sebelas banyak menyoroti isu depresiasi nilai tukar rupiah yang dinilai memerlukan kebijakan konsisten dan terukur. Selain itu, strategi menjaga inflasi agar tetap terkendali, namun tidak menekan pertumbuhan, juga menjadi bagian dari pendalaman materi ujian.
Seusai menjalani uji kelayakan dan kepatutan, Solikin M. Juhro menyampaikan seluruh proses berjalan kondusif dengan fokus pertanyaan pada upaya menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
Terkait nilai tukar rupiah, Solikin menegaskan Bank Indonesia memiliki strategi yang kuat, baik dari sisi fundamental maupun pasar, untuk menjaga stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek dan panjang.
Sementara terkait hubungan dengan pemerintah, Solikin menekankan independensi Bank Indonesia tetap dijaga, namun dalam kerangka koordinasi dan sinergi sesuai mandat undang-undang.
Selanjutnya, Komisi Sebelas DPR RI akan melanjutkan uji kelayakan terhadap dua calon lain, yaitu Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono pada hari Senin, 26 Januari 2026.
Setelah seluruh tahapan rampung, Komisi Sebelas menargetkan keputusan akan diambil pada hari yang sama sebagai bagian dari penentuan pimpinan bank sentral ke depan. (FZR)