FPI Sampaikan Surat ke Presiden Prabowo Sikapi Politik Luar Negeri
Perwakilan Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Muhammad Hanif Alatas, menyampaikan surat resmi terkait sikap politik luar negeri Indonesia dalam kegiatan buka bersama tokoh ulama dan ormas Islam bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam surat tersebut, FPI mendesak Indonesia untuk mundur dari keanggotaan Board of Peace (BOP).
Habib Hanif hadir mewakili Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, yang berhalangan hadir dalam kegiatan buka bersama di Istana Merdeka pada Kamis malam kemarin. Sekretaris Majelis Syuro DPP FPI yang juga menantu Imam Besar FPI tersebut mengatakan bahwa FPI tetap menyampaikan poin-poin krusial terkait isu Palestina dan posisi Indonesia di kancah internasional.
Salah satu poin utama adalah desakan agar Indonesia segera menarik diri dari keanggotaan BOP. Selain persoalan tersebut, Habib Hanif juga menyoroti posisi Indonesia terhadap Republik Islam Iran. FPI meminta Presiden untuk menyampaikan bela sungkawa secara terbuka atas musibah yang menimpa pejabat tinggi Iran sebagai bentuk solidaritas negara sahabat. Tak hanya itu, FPI juga memberikan catatan terkait wacana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza.
Habib Hanif menyatakan bahwa Presiden sebaiknya menarik diri dari BOP jika lembaga tersebut tidak lagi memberikan kemaslahatan bagi Palestina dan kepentingan nasional. Pihak FPI menegaskan tidak perlu menunggu lama untuk keluar, mengingat rekam jejak Amerika Serikat dan Israel yang dinilai tidak dapat dipercaya dalam konteks perdamaian tersebut.