Gubernur Khofifah Respon Masalah Sampah Banyuwangi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan klarifikasi terkait tayangan sampah di wilayah Banyuwangi saat Rakornas bersama Presiden Prabowo Subianto di Sentul, Bogor, Jawa Barat, kemarin.
Khofifah menegaskan komitmen Pemkab Banyuwangi dalam menjaga kebersihan tetap kuat. Selain masalah sampah, mantan Menteri Sosial tersebut juga menyoroti pentingnya verifikasi ulang situs sejarah Bung Tomo di Surabaya.
Menanggapi sorotan dalam Rapat Koordinasi Nasional atau Rakornas terkait masalah sampah di Banyuwangi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung melakukan konfirmasi kepada bupati setempat.
Dari hasil klarifikasi, diketahui bahwa titik sampah yang terpotret dalam tayangan tersebut bukan merupakan wilayah di bawah otoritas Pemkab Banyuwangi.
Khofifah menambahkan selama ini Banyuwangi dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap kebersihan, terbukti dengan adanya sekolah sampah dan berbagai apresiasi bagi kampung bersih.
Tak hanya soal sampah, Khofifah juga merespons arahan Presiden terkait pelestarian situs sejarah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan jejak perjuangan Bung Tomo di gedung RRI.
Gubernur meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur untuk segera melakukan verifikasi detail guna memastikan status cagar budaya tersebut.
Langkah ini diambil agar penataan situs sejarah di Jawa Timur sesuai dengan data valid dan arahan pemerintah pusat. Saat ini Pemprov Jawa Timur sedang menyiapkan keputusan gubernur terkait pengelolaan sampah di kawasan wisata dan desa wisata.
Hal ini diharapkan dapat menjadi payung hukum untuk menjaga estetika dan kebersihan seluruh destinasi wisata di Jawa Timur. (PTR)