Harga Plastik di Kota Serang Naik Hingga 40 Persen
Dampak krisis energi menyebabkan harga plastik di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Banten, naik hingga 40 persen pada Jumat siang.
Selain kenaikan harga, pasokan juga mulai terbatas di tengah tingginya permintaan masyarakat terhadap komoditas plastik.
Konflik di Timur Tengah berdampak langsung terhadap lonjakan harga beragam jenis plastik di Pasar Induk Rau. Kenaikan harga ini dinilai sangat membebani warga lantaran nilainya mencapai 40 hingga 50 persen.
Rincian kenaikan harga terpantau pada plastik kantong jumbo merah yang naik dari Rp45.000 menjadi Rp75.000 per ikat. Plastik jenis Wang-Wang naik dari Rp28.000 menjadi Rp48.000 per kilogram.
Sementara itu, cup sambal naik dari Rp8.000 menjadi Rp13.000 per rol, gelas kopi naik dari Rp5.000 menjadi Rp7.000 per rol, dan gelas pop es naik dari Rp7.000 menjadi Rp10.000 per rol.
Styrofoam bubur juga mengalami kenaikan dari Rp25.000 menjadi Rp33.000 per ikat, serta plastik HD Dayak naik tajam dari Rp48.000 ke Rp83.000 per kilogram.
Menurut salah seorang pedagang plastik di Kota Serang, Geri, akibat perang di Timur Tengah, distribusi semua jenis plastik—baik jenis High Density Polyethylene (HDPE) maupun Polypropylene (PP)—di pasar menjadi terhambat.
Kenaikan diprediksi akan terus terjadi selama konflik bersenjata masih berlanjut dan stok tetap terbatas.
Warga, terutama para pedagang kecil dan konsumen, banyak yang mengeluh karena plastik merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas usaha mereka.
Diketahui, krisis di Timur Tengah berdampak buruk terhadap pasokan energi dunia, khususnya minyak bumi, sehingga membuat bahan baku plastik semakin sulit didapatkan oleh para produsen.