Indonesia Dorong Agenda Ekonomi Biru di Panggung Global
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan memperkuat diplomasi ekonomi biru dalam pertemuan tahunan World Economic Forum atau WEF di Davos, Swiss.
Momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong investasi global, sekaligus mempersiapkan gelaran Ocean Impact Summit di Bali pada Juni mendatang.
Pertemuan tahunan World Economic Forum di Davos, Swiss tahun ini menjadi panggung penting bagi agenda kelautan Indonesia.
Dengan tema “Spirit of Dialogue”, forum yang dihadiri pemimpin dunia dan CEO global ini memberikan sorotan khusus pada isu perairan melalui pendekatan “Blue Davos”.
Dalam rangkaian WEF, isu air menjadi pondasi keberlanjutan global mengingat tekanan ekosistem laut yang kian nyata, mulai dari peningkatan suhu hingga menyusutnya sumber air tawar.
Diplomasi ekonomi biru Indonesia difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pengelolaan air tawar, ketahanan pangan biru, serta perlindungan laut.
Di sela rangkaian WEF, KKP juga memanfaatkan Paviliun Indonesia untuk mempromosikan konsep pangan biru. Literasi mengenai ragam sumber protein laut diperkenalkan kepada audiens global sebagai bagian dari potensi besar kelautan nusantara.
Tak hanya diplomasi, KKP turut mempersiapkan gelaran Ocean Impact Summit atau OIS yang akan dihelat di Bali pada Juni mendatang.
Forum internasional ini akan menjadi wadah pertemuan lintas negara, ilmuwan, dan sektor swasta. Guna meningkatkan kredibilitas OIS di mata dunia, pemerintah Indonesia telah menandatangani Letter of Intent dengan pihak WEF.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan global dan menarik minat investasi hijau serta biru ke tanah air.
Melalui partisipasi aktif di Davos, Indonesia berupaya memastikan bahwa ekonomi biru bukan hanya sekadar narasi, melainkan langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendorong kesejahteraan ekonomi nasional. (PTR)