Jalan Salib Kreatif Katedral Jakarta Angkat Perspektif Petrus
Umat Katolik memperingati Jumat Agung dengan mengenang kisah sengsara Yesus Kristus.
Gereja Katedral Jakarta, melalui Orang Muda Katolik (OMK), menampilkan Jalan Salib Kreatif dengan pendekatan berbeda dan penuh makna reflektif.
Peringatan Jumat Agung di Gereja Katedral Jakarta tahun ini diisi dengan pementasan Jalan Salib Kreatif bertajuk Lux in Nihilo. Pementasan ini mengangkat kisah sengsara Yesus Kristus dari sudut pandang Petrus.
Pembina Orang Muda Katolik Gereja Katedral Jakarta, Romo Yohanes Deodatus, menjelaskan bahwa tema Lux in Nihilo berarti “Terang dalam Ketiadaan” atau di tengah kegelapan. Hal ini mengambil perspektif Petrus sebagai manusia yang dalam kelemahannya sempat menyangkal Tuhan, namun tetap dicintai dan tidak pernah ditinggalkan oleh-Nya.
Melalui perspektif tersebut, pementasan menggambarkan sisi manusiawi yang penuh ketakutan dan kelemahan, namun tetap mendapatkan kasih Tuhan.
Persiapan pementasan ini dilakukan selama lima bulan, dimulai dari proses casting, penyusunan naskah, hingga latihan intensif yang melibatkan hampir 200 orang muda.
Salah satu pemeran, Mikael yang memerankan tokoh Petrus, mengaku peran tersebut memiliki tantangan tersendiri karena karakternya yang kompleks dengan banyak adegan yang diambil langsung dari Kitab Suci. Sementara itu, pemeran Yesus, Arya, juga merasakan pengalaman spiritual yang mendalam. Meski sebelumnya pernah memerankan tokoh yang sama pada tahun lalu, Arya tetap mengikuti proses casting ulang demi menyesuaikan diri dengan alur cerita terbaru.
Melalui pendekatan kreatif ini, Jalan Salib Katedral Jakarta diharapkan mampu memberikan makna baru dan memperdalam iman umat dalam memaknai Jumat Agung. Pementasan ini menjadi bukti peran aktif generasi muda dalam menyampaikan pesan iman secara kreatif dan relevan.