Jemaah Muhammadiyah Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Menteng Raya
Ratusan jemaah Muhammadiyah pada Jumat pagi ini memadati Pusat Dakwah Muhammadiyah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, untuk melaksanakan ibadah shalat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Meski terdapat perbedaan waktu pelaksanaan dengan pemerintah, prosesi ibadah berlangsung dengan sangat khidmat dan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional.
Sejak pagi buta, ratusan jemaah Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Jabodetabek berbondong-bondong mendatangi Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah untuk menunaikan shalat Id.
Para jemaah tampak memenuhi area halaman hingga meluber ke sebagian badan jalan guna bersama-sama merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Dalam pelaksanaan shalat Id kali ini, bertindak sebagai imam adalah Ustadz Ahmad Maulana Yusuf yang merupakan Imam Masjid At-Tanwir.
Sementara itu, khotbah Idulfitri disampaikan oleh Dr. Izza Rohman yang dalam pesan singkatnya mengajak umat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta kepedulian sosial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Di antara deretan shaf jemaah, terlihat sejumlah tokoh nasional yang turut berbaur, di antaranya adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, serta Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin.
Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol kebersamaan dalam merayakan hari raya di tengah kesibukan menjalankan tugas negara.
Terkait perbedaan penetapan waktu hari raya, Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa Muhammadiyah kini telah mengimplementasikan hasil kajian terbaru, yakni Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dengan metode ini, penentuan hilal tidak lagi terbatas pada wilayah geografis tertentu, melainkan mengacu pada posisi hilal di seluruh dunia sebagai satu kesatuan waktu global.
Meski terdapat perbedaan metode dengan pemerintah, semangat toleransi antarumat Islam tetap terjaga dengan baik.
Jemaah berharap perbedaan teknis ini tidak sedikit pun mengurangi makna kemenangan dan kesucian hari raya Idulfitri bagi seluruh umat muslim di Indonesia dalam bingkai persatuan nasional.