Jemaah Umrah Berhasil Tiba di Bandara Soetta, di Tengah Penutupan Ruang Udara Akibat Konflik Iran AS
Ratusan jemaah umrah Indonesia berhasil tiba di tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (5/3) kemarin.
Meski demikian, masih banyak jemaah yang tertahan dan belum dapat kembali ke Indonesia akibat penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah menyusul memanasnya konflik geopolitik.
Data pengelola Bandara Soekarno-Hatta mencatat, hingga Kamis kemarin, terdapat 60 penerbangan internasional rute Timur Tengah yang dibatalkan sejak penutupan ruang udara terjadi.
Suasana haru mewarnai kedatangan ratusan jemaah umrah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Para jemaah tiba menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang terbang langsung dari Jeddah, Arab Saudi. Kedatangan jemaah ini berhasil dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah memanasnya konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Meski sejumlah ruang udara di kawasan tersebut ditutup, penerbangan Garuda Indonesia masih dapat beroperasi melalui rute langsung dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Data Kementerian Haji dan Umrah menyebutkan sekitar 58 ribu jemaah umrah Indonesia masih tertahan kepulangannya. Hal ini terjadi setelah sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke Indonesia, di antaranya Etihad Airways, Emirates Airlines, dan Qatar Airways.
Sementara itu, beberapa maskapai lain seperti Garuda Indonesia, Saudia Airlines, dan Lion Air dilaporkan sudah mulai kembali mengoperasikan penerbangan menuju Indonesia. Menurut salah seorang jemaah yang tiba, sejumlah penerbangan memang sempat dibatalkan sehingga banyak warga negara Indonesia tertunda kepulangannya. Kondisi tersebut terjadi setelah para jemaah mengetahui adanya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada penerbangan internasional.
Sejak terjadinya penutupan ruang udara di sejumlah wilayah Timur Tengah, dampaknya terhadap penerbangan internasional masih terus terasa. Pada Kamis, 5 Maret kemarin, tercatat 15 penerbangan dibatalkan, sehingga total selama empat hari terakhir terdapat 60 penerbangan yang gagal berangkat atau mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.