Jenazah Pramugari Korban Tragedi Pesawat ATR 42-500 Dimakamkan
Jenazah pramugari pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono dimakamkan di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Almarhumah menjadi salah satu korban tragedi kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Prosesi pemakaman jenazah pramugari pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono dilaksanakan di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Almarhumah menjadi salah satu korban dalam tragedi kecelakaan pesawat ATR 42-500 akibat menabrak lereng Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Sabtu 17 Januari 2026.
Jenazah Florencia ditemukan di jurang dengan kedalaman 500 meter di area Pegunungan Bulusaraung pada Senin 19 Januari 2026.
Jenazah baru bisa dievakuasi pada Selasa 20 Januari 2026 dan selanjutnya teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono oleh tim Biddokkes Polda Sulawesi Selatan.
Sebelum diterbangkan ke Sulawesi Utara, jenazah Florencia disemayamkan di rumah duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara. Keluarga mengatakan Tondano, Sulawesi Utara adalah tempat di mana Florencia tumbuh dan dibesarkan.
Florencia Lolita Wibisono baru 3 bulan bergabung dengan maskapai Indonesia Air Transport. Sebelumnya Florencia bekerja sebagai pramugari senior di salah satu maskapai yang ada di Indonesia.
Namun siapa sangka, pengabdian Florencia di udara harus berakhir di langit Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Florencia gugur saat melaksanakan tugas sebagai pramugari di pesawat nahas ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport.
Di mata keluarga dan kerabat, Florencia atau yang akrab disapa Olen ini adalah seorang yang murah hati, suka memberi, dan peduli sesama.
Ibadah pemakaman dilaksanakan pukul 13.00 Waktu Indonesia Tengah pada Sabtu 24 Januari 2026. Selanjutnya jenazah Florencia dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya di Desa Ranomerut, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. (BRN)