Jumlah Pemudik Berpotensi Melonjak Hingga 155 Juta Orang
Pemerintah memprediksi jumlah pemudik pada Lebaran 2026 akan melampaui hasil survei awal dan mencapai angka 155 juta orang.
Guna mengantisipasi penumpukan massa di waktu yang bersamaan, sistem informasi terintegrasi telah disiapkan untuk membantu masyarakat memilih jadwal keberangkatan yang tepat.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan bahwa pemerintah memprediksi lonjakan pemudik pada Lebaran 2026 ini akan terus bertambah hingga menyentuh angka 155 juta orang. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi penumpukan pemudik berupa sistem informasi terintegrasi yang berfungsi memandu masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan.
Pratikno menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, realisasi pergerakan masyarakat biasanya lebih tinggi sekitar 10 persen dari angka survei awal. Lonjakan hingga 155 juta jiwa ini menjadi tantangan berat bagi infrastruktur transportasi jika distribusi keberangkatan tidak dikelola dengan baik sejak dini.
Guna memastikan kelancaran, pemerintah berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian untuk menerapkan berbagai kebijakan, mulai dari pemberian insentif, diskon tarif, hingga skema buka-tutup jalur. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mendorong distribusi pemudik agar tidak terjadi kepadatan ekstrem pada satu titik waktu tertentu.