Kapal Pengangkut Limbah B3 Nyaris Tenggelam Akibat Cuaca Buruk di Perairan Batam
Sebuah kapal pengangkut limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) nyaris tenggelam di perairan Pulau Tangga Seribu, Batam.
Ratusan ton limbah diduga tumpah ke laut, mengancam ekosistem dan kehidupan biota perairan.
Rekaman kamera drone menunjukkan sebuah kapal pengangkut limbah B3 kandas dan nyaris tenggelam setelah dihantam ombak dan angin kencang di perairan Pulau Tangga Seribu, Batam, Kepulauan Riau.
Kondisi kapal tampak miring ke satu sisi. Sebagian muatannya tumpah ke laut dan meninggalkan jejak hitam di perairan. Ini dikhawatirkan bakal mencemari lingkungan sekitar.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam, Muhammad Takwin Masuku, mengatakan kapal berlayar di perairan Pulau Dangas, Batam.
Namun, cuaca buruk menyebabkan kapal dihantam ombak tinggi dan angin kencang, hingga akhirnya kapal terbawa arus dan kandas di pinggir pantai Tanjung Pinggir, Batam.
Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera GT 208 ini berbendera Indonesia dan mengangkut limbah B3 dengan total beban diperkirakan mencapai ratusan ton.
Limbah tersebut diketahui berasal dari kapal tanker MT Nave Universe dan termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun.
Menurut Muhammad Takwin Masuku, seluruh enam anak buah kapal berhasil diselamatkan. Namun saat ini, petugas gabungan masih terus melakukan penanganan tumpahan limbah.
Hingga saat ini, petugas bersama masyarakat setempat masih berupaya menangani dampak insiden tersebut. Tumpahan limbah minyak hitam yang mengandung B3 dikhawatirkan dapat merusak ekosistem laut dan mengancam kelangsungan biota perairan Pulau Tangga Seribu, Batam. (JPTV)