Kemensos Berikan Santuanan Ahli Waris Korban Meninggal
Pemerintah melalui Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan tanggap darurat lebih dari seratus miliar rupiah untuk wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Bantuan tersebut mencakup logistik dasar hingga santunan bagi keluarga ahli waris korban meninggal.
Upaya penanganan darurat bencana di Sumatra terus dioptimalkan oleh Kementerian Sosial. Dalam konferensi pers yang digelar di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin siang, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memaparkan laporan strategis terkait distribusi bantuan jelang akhir tahun 2025.
Kemensos mencatat total nilai bantuan yang telah disalurkan mencapai 100 miliar 484 juta rupiah. Bantuan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga di pengungsian serta operasional dapur umum.
Dana sebesar lebih dari seratus miliar rupiah tersebut disalurkan ke tiga provinsi dengan tingkat kerusakan terparah. Provinsi Aceh menerima alokasi terbesar dengan nilai 43,6 miliar rupiah, disusul Provinsi Sumatra Utara sebesar 37,4 miliar rupiah, dan Provinsi Sumatra Barat sebesar 19,4 miliar rupiah.
Selain logistik, pemerintah juga memberikan perhatian khusus bagi keluarga korban meninggal dunia melalui pemberian santunan. Data Kementerian Sosial mencatat santunan telah disalurkan kepada ahli waris di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, serta Kota Sibolga.
Meski sebagian besar santunan telah cair, Wakil Menteri Sosial menegaskan bahwa proses verifikasi data masih terus berjalan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran, terutama bagi wilayah yang masih dalam tahap pendataan seperti Kabupaten Padang Panjang.
Kementerian Sosial bersama BNPB dan pemerintah daerah berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh proses administrasi agar pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat. Langkah ini dilakukan agar masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas normal di tahun yang baru. (PTR)