Kementerian ESDM Kaji Besaran Diskon Listrik Korban Bencana
Pemerintah tengah mengkaji besaran diskon tarif listrik bagi masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Kebijakan ini diambil sebagai respons atas usulan para kepala daerah, sekaligus upaya meringankan beban ekonomi warga yang terdampak banjir dan longsor.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah berencana memberikan keringanan atau diskon biaya listrik bagi daerah terdampak bencana di Pulau Sumatra.
Dalam konferensi pers capaian kinerja sektor ESDM tahun 2025 di Jakarta, Bahlil menyebutkan bahwa saat ini pihaknya tengah menghitung besaran diskon serta durasi pemberian bantuan tersebut.
Menurut Bahlil, langkah ini merupakan jawaban atas surat permohonan sejumlah kepala daerah di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, yang wilayahnya lumpuh akibat banjir bandang dan longsor.
Selain wacana diskon tarif, fokus utama Kementerian ESDM saat ini adalah pemulihan infrastruktur kelistrikan.
Saat ini tercatat masih ada sekitar 150 desa yang akses listriknya terputus total. Sebagai langkah darurat, Kementerian ESDM telah menyalurkan 1.000 unit generator set atau genset berkapasitas 5.000 hingga 7.000 volt ampere ke 224 desa di Provinsi Aceh.
Bantuan ini juga dilengkapi dengan paket pendukung, mulai dari kabel instalasi, kontak Standar Nasional Indonesia, hingga pasokan bahan bakar minyak sebanyak 300 liter untuk kebutuhan 15 hari ke depan.
Tak hanya listrik, layanan energi lain seperti BBM dan elpiji juga terus dioptimalkan meski terkendala medan yang berat. Proses perbaikan di dua hingga tiga kabupaten masih membutuhkan upaya ekstra karena kerusakan infrastruktur darat yang cukup parah. (PTR)