KKP Kirim 1.142 Taruna Rehabilitasi Pascabencana Aceh Sumbar
Kementerian Kelautan dan Perikanan melepas 1.142 taruna untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh dan Sumatera Barat.
Para taruna ini akan bertugas selama tiga bulan sebagai bentuk pengabdian sekaligus konversi kredit akademik.
Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP mengambil langkah nyata dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Barat. Sebanyak 1.142 taruna resmi dilepas untuk menjalankan misi kemanusiaan selama tiga bulan ke depan.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa penempatan para taruna akan disesuaikan dengan arahan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
Tidak hanya sekadar penugasan lapangan, kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran vokasi yang akan dikonversi menjadi 8 SKS. Para taruna akan terlibat dalam berbagai aksi krusial, mulai dari pembersihan material pascabencana, rekonstruksi fasilitas umum, hingga rehabilitasi lingkungan dan permukiman.
Aspek psikologis warga juga menjadi fokus utama. Taruna KKP dibekali kemampuan untuk melakukan trauma healing dan pendampingan psikososial bagi masyarakat yang terdampak.
Menteri Trenggono menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan para taruna tetap menjadi prioritas utama selama bertugas. Saat ini, KKP memiliki total 6 ribu taruna dan siap menambah personel jika satgas masih membutuhkan tenaga tambahan di lapangan.
Dengan kolaborasi lintas instansi, diharapkan pemulihan infrastruktur dan mental masyarakat di Aceh maupun Sumatera Barat dapat berjalan lebih cepat. Penugasan ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi sektor kelautan dan perikanan dalam aksi kemanusiaan nasional. (PTR)