Konflik Bupati dan Wabup Memanas, Gubernur Banten Panggil Bupati Lebak
Konflik antara Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya dan Amir Hamzah, kian memanas. Gubernur Banten memanggil Bupati Lebak ke kantor gubernur menyusul pernyataan yang dinilai menyinggung Wakil Bupati.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, melakukan aksi walk out saat acara halalbihalal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.
Amir Hamzah merasa tersinggung setelah dirinya disebut sebagai mantan narapidana di hadapan para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menyikapi konflik tersebut, Gubernur Banten, Andra Soni, memanggil Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, ke Kantor Gubernur Banten. Hasbi Jayabaya datang seorang diri tanpa didampingi Wakil Bupati.
Usai pertemuan, Hasbi terlihat irit bicara saat dicecar pertanyaan oleh wartawan. Dirinya hanya menyatakan bahwa permasaahan dengan Wakil Bupati sudah selesai.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, mengatakan pemanggilan tersebut dilakukan untuk meredam konflik agar tidak berkepanjangan.
Menurutnya, gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat memiliki kewenangan untuk melakukan pembinaan terhadap kepala daerah.
Selain memanggil Bupati, Pemerintah Provinsi Banten juga berencana memanggil Wakil Bupati untuk dimintai keterangan terkait permasalahan ini.
Konflik antara bupati dan wakil bupati ini berpotensi memengaruhi kondisi sosial serta kinerja pemerintahan daerah.
Pemerintah Provinsi Banten mengimbau agar kedua belah pihak dapat menahan diri dan menjaga kondusivitas daerah.