Konsumsi BBM Diproyeksikan Naik 12 Persen Jelang Libur Lebaran
Pemerintah memproyeksikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) akan meningkat signifikan pada periode mudik dan libur Lebaran tahun 2026.
Kenaikan ini diperkirakan mencapai 12 persen dari kondisi normal, seiring meningkatnya pergerakan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Guna mengantisipasi lonjakan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membentuk Posko Nasional Sektor ESDM. Posko ini dibentuk untuk memantau penyediaan serta distribusi energi di seluruh tanah air dan akan beroperasi selama 20 hari, mulai tanggal 12 hingga 31 Maret 2026.
Ketua Posko Nasional Ramadan dan Idulfitri 2026, Erika Retnowati, membeberkan bahwa pemerintah bersama badan usaha energi telah menyiagakan berbagai fasilitas distribusi. Tercatat sebanyak 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, serta 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) disiagakan untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga.
Secara umum, ketahanan stok BBM nasional dipastikan dalam kondisi aman. Namun, seiring tingginya mobilitas masyarakat, kebutuhan BBM jenis gasoline diperkirakan melonjak sekitar 12 persen. Sementara itu, untuk pasokan tenaga listrik nasional juga diproyeksikan aman dengan daya mampu pasok mencapai lebih dari 51 ribu megawatt, serta cadangan daya sekitar 9,3 persen selama periode Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, Posko Nasional Sektor ESDM akan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), hingga BMKG. Sinergi ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kemacetan, cuaca ekstrem, dan wilayah rawan bencana selama periode mudik.
Pemerintah menegaskan bahwa pemantauan pasokan dan distribusi energi akan dilakukan selama 24 jam penuh. Hal ini dilakukan guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, sehingga perayaan Hari Raya Idulfitri dapat berjalan dengan aman dan nyaman.