Korban Pesawat ATR Dievakuasi Menggunakan Helikopter
Akibat beratnya medan Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, tim SAR gabungan mengevakuasi satu jenazah korban dengan helikopter.
Sebelumnya, jenazah berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan di jurang sedalam kurang lebih 200 meter pada Minggu, 18 Januari 2026.
Tim SAR gabungan kembali melanjutkan proses evakuasi korban kecelakaan pesawat di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.
Pada Rabu pagi, satu jenazah korban laki-laki yang sebelumnya ditemukan di jurang sedalam kurang lebih 200 meter pada Minggu, 18 Januari 2026 berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-3601 dari Desa Lampeso yang terletak di kaki Gunung Bulusaraung.
Proses evakuasi udara dilakukan setelah korban dievakuasi dari dasar jurang ke punggungan Lampeso pada Rabu, 21 Januari 2026.
Pengangkatan jenazah dilakukan dengan metode hoist melalui teknik air landed pada pukul 07.59 Waktu Indonesia Tengah. Selanjutnya, helikopter mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 Waktu Indonesia Tengah.
Setelah tiba di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk diserahkan ke tim DVI.
Saat ini, empat tim SAR gabungan berada di wilayah Gunung Bulusaraung untuk mencari dan mengevakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh pada akhir pekan lalu.
Penyisiran dilakukan di sejumlah titik tempat ditemukannya serpihan pesawat. (TIM)