KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991: Oase Kesehatan di Tengah Samudra
Pemirsa, pernahkah Anda membayangkan sebuah rumah sakit besar dengan fasilitas canggih, namun tidak berdiri di atas tanah, melainkan membelah ombak di tengah samudra? Inilah KRI Dokter Wahidin Sudirohusodo 991.
Kapal rumah sakit megah karya anak bangsa ini bukan sekadar alat utama sistem persenjataan, melainkan simbol diplomasi dan harapan bagi masyarakat di pelosok negeri hingga mancanegara.
Gagah, putih, dan menenangkan. Itulah kesan pertama saat melihat KRI Dokter Wahidin Sudirohusodo 991.
Kapal yang berada di bawah Satuan Kapal Bantu Koarmada Tiga Sorong ini merupakan bukti nyata kehebatan industri pertahanan dalam negeri, hasil karya putra-putri terbaik bangsa di PT PAL Indonesia.
Tugas utamanya mulia, memberikan bantuan medis dan pengobatan bagi prajurit serta masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan darat. Namun lebih dari itu, kapal ini adalah unit reaksi cepat untuk penanggulangan bencana dan operasi SAR.
Tahun dua ribu dua puluh empat lalu menjadi catatan sejarah bagi kapal ini. Menempuh ribuan mil laut, KRI Wahidin menjalankan misi diplomasi maritim ke negara-negara Pasifik seperti Solomon Island, Fiji, Vanuatu, hingga Papua Nugini. Di sana, mereka menjadi oase, melayani rata-rata tiga ratus pasien di setiap negara yang dikunjungi.
Jangan remehkan isi di dalamnya. Bak rumah sakit tipe B di daratan, kapal ini dilengkapi delapan poli spesialis mulai dari kebidanan, THT, hingga mata. Tak tanggung-tanggung, tersedia lima ruang operasi dan peralatan canggih seperti CT Scan, X-Ray, hingga fasilitas sterilisasi alat medis yang mumpuni.
Selain urusan medis, kapal ini juga multifungsi. Perut kapal yang luas mampu mengangkut logistik dan alat berat untuk didistribusikan ke wilayah bencana.
KRI Dokter Wahidin Sudirohusodo adalah bukti bahwa kekuatan militer Indonesia tidak hanya soal senjata, tapi juga soal kemanusiaan. Menembus batas samudra demi kesehatan bangsa dan perdamaian dunia. (TIM)