Kuliner Sarawak Menggugah Selera
Foto: Laksa Sarawak yang dapat ditemukan di berbagai kedai makanan di Kuching.
KUCHING – Kuliner Sarawak selalu menggugah selera. Demikian disampaikan Ketua Umum Sahabat Penggerak Madani (SPM) Sarawak Zulrusdi Mohammad Hol, Jumat (30/1), di Kuching. “Aneka kuliner tersebut bukan hanya disenangi warga Sarawak, tetapi juga para tamu dari luar termasuk mancanegara,” ujarnya.
Aneka makanan khas Sarawak diantaranya; Laksa Sarawak, Mee Kolok, Mee Jawa. Begitu juga panganan, ada kek lapis, cucur, klepon, rojak kangkung dan lainnya. Begitu juga minuman, Ice kacang dan cendol ABC, ice-cream gula apung, bandi, teh tarik, kopi tarik dan beraneka macam seduhan lezat menyegarkan.
Menurut Zul, saking ramahnya para tetamu dengan kuliner Sarawak sehingga membuat pelancong selalu rindu untuk datang berkunjung ke bagian timur bumi Borneo ini. “Setiap datang mereka seolah ingin mengulang mencicipi dan menikmati.”
Zul menjelaskan, pada dasarnya Sarawak dan juga Malaysia memiliki kuliner yang mirip dengan sejumlah negara bertetangga sekitarnya. Karena sebagai bagian serumpun nusantara dimasa lalu, kata Zul, masyarakat di bentangan khatulistiwa ini adalah satu kesatuan. “Jenis dan selera kulinernya, ya, mirip mirip antara satu dengan lainnya.”
Gilang, salah satu warga Pontianak yang baru pertama menginjakan kaki di Kota Kuching, mengaku menyenangi kuliner di Sarawak. “Menarik dan rasanya enak,” ungkapnya.
Menurut Gilang, sebenarnya banyak yang mirip antara kuliner di Pontianak dan Kuching. “Bahannya sama, cuma cara pengolahan dan penamaan yang agak beda.”

Misalnya bahan utama mie, sambung Gilang lagi. Karena pengolahan dan penyajian, sehingga menimbulkan ciri khas. Begitu juga dengan aneka kue dan minumannya.
Untuk menemui spot kuliner di Kuching memang tak terlalu sulit. Lokasinya tersebar mulai dari di tengah kota hingga ke beberapa wilayah kota lain di pinggiran kota utama Kuching. Soal harga juga lumayan ramah di kantong, hanya saja selisih kurs rupiah yang belakangan terlalu melemah terhadap ringgit sehingga menyebabkan harga makanan dan minuman di Sarawak terkesan mahal belakangan ini bila dibandingkan dengan yang lalu. ***