Landak Berbenah Atasi Sampah: Dari Open Dumping Menuju Sanitary Landfill
Persoalan sampah di Kabupaten Landak masih menjadi tantangan. Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menegaskan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA di Desa Tebedak belum berjalan sesuai konsep sanitary landfill.
Di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Desa Tebedak, sampah teronggok menumpuk. Seharusnya, TPA ini dikelola dengan sistem sanitary landfill, namun kerusakan sejumlah alat berat menyebabkan pengelolaannya terlihat seperti open dumping.
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menjelaskan bahwa kerusakan alat berat merupakan tantangan utama. Meskipun luasan lahan TPA masih memungkinkan penerapan sistem sanitary landfill, keterbatasan anggaran menjadi hambatan.
Bupati Karolin juga menyoroti belum optimalnya penerimaan retribusi sampah di Kabupaten Landak. Masih banyak masyarakat yang belum membayar, sehingga membatasi dana untuk pembiayaan pengelolaan sampah.
Persoalan lain yang perlu dibenahi adalah belum ada pemilahan sampah dari sumber. Pemilahan ini penting agar limbah dapat dimanfaatkan, seperti menjadi maggot, briket bahan bakar, atau produk lainnya. Pemerintah Kabupaten Landak sedang melakukan kajian bersama Universitas Tanjungpura untuk menemukan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan langkah perbaikan alat berat, penguatan pengelolaan, dan sosialisasi pemilahan sampah, Pemerintah Kabupaten Landak berharap masyarakat bisa ikut serta dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. (DRI)