Larisnya Kolang-Kaling Di Bulan Ramadan, Takjil Primadona Diburu saat Puasa
Bulan suci Ramadan identik dengan beragam menu takjil untuk berbuka puasa. Salah satu yang hampir tak pernah absen adalah kolang-kaling, yang menjadi pelengkap hidangan seperti kolak, es campur, hingga manisan. Permintaan komoditas ini pun meningkat selama Ramadan.
Ramadan datang, takjil pun diserbu orang. Yang manis dicari, yang segar dinanti jelang petang. Kolang-kaling jadi bintang, hadir di kolak dan es campur yang mengundang selera.
Di Kabupaten Lebak, Banten, pohon aren sebagai bahan baku kolang-kaling tumbuh subur di sejumlah wilayah. Kondisi ini dimanfaatkan warga untuk menambah penghasilan dengan menjadi perajin kolang-kaling musiman, terutama saat Ramadan. Namun saat ini, bahan baku mulai langka. Dampaknya, produksi menurun dan harga jual naik.
Di Kampung Cibulung, Desa Tambakbaja, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, di rumah salah satu perajin kolang-kaling milik Subrata, aktivitas produksi meningkat sejak awal Ramadan. Bersama istri dan mertuanya, ia mengolah buah aren secara tradisional untuk dijadikan kolang-kaling. Hasilnya dijual dengan berkeliling menggunakan sepeda motor.
Di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak, perajin kolang-kaling musiman mudah ditemui selama Ramadan. Usaha ini menjadi alternatif sumber penghasilan tambahan di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan puasa. Meski demikian, mereka harus menghadapi tantangan kelangkaan bahan baku yang berdampak pada biaya produksi.