Manfaat Berbuka Puasa dengan Timun Suri, Bantu Penuhi Cairan Tubuh usai Seharian Puasa
Saat Ramadan tiba, buah timun suri hampir selalu hadir di meja saat berbuka puasa. Aromanya khas, rasanya segar, dan kandungan airnya tinggi.
Tak heran, buah musiman ini jadi pilihan untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa.
Seteguk yang segar setelah seharian menahan lapar dan dahaga selalu jadi momen yang dinantikan saat Ramadan. Di antara beragam takjil, timun suri hadir sebagai pilihan favorit untuk mengembalikan cairan tubuh secara alami. Menjelang dan selama Ramadan, timun suri mudah ditemukan di pasar tradisional. Daging buahnya lembut dengan kadar air yang melimpah, sehingga cocok dijadikan minuman segar saat berbuka.
Biasanya, timun suri disajikan dengan es, sirup, atau susu. Namun, tanpa campuran berlebih pun rasanya tetap nikmat. Secara gizi, buah ini kaya air serta mengandung vitamin dan mineral yang membantu mengembalikan cairan tubuh setelah berpuasa.
Menurut ahli gizi Sanni Yasmi Nurjamillah, kandungan air pada timun suri membantu mengganti cairan yang hilang saat puasa. Namun, pengolahannya perlu diperhatikan agar tidak menambahkan gula secara berlebihan. Teksturnya yang ringan membuat timun suri mudah dicerna. Karena itu, buah ini cocok dijadikan menu pembuka sebelum menyantap hidangan utama.
Di sejumlah daerah, seperti di Banten, timun suri bukan sekadar hidangan. Kehadirannya sudah menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa yang ringan dan menyegarkan. Meski identik dengan Ramadan, ahli gizi mengingatkan konsumsi tetap harus seimbang dan diimbangi dengan asupan bergizi lainnya.