Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok di Wilayah Bencana Relatif Stabil
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok di sejumlah wilayah yang terdampak bencana alam masih tergolong stabil.
Meski diakui terjadi sedikit keterlambatan distribusi, Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan distributor lokal untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Budi Santoso menjelaskan bahwa berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga pangan di wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih dalam kondisi baik.
Di Aceh, misalnya, harga daging ayam berada di kisaran 35.800 rupiah per kilogram, yang berarti masih di bawah harga acuan nasional sebesar 40.000 rupiah.
Mendag tidak menampik adanya tantangan logistik yang cukup berat akibat bencana alam. Namun, koordinasi dengan pihak distributor terus ditingkatkan guna memastikan tidak ada lonjakan harga yang signifikan di pasar-pasar lokal. Hal ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi sulit.
Penegasan ini disampaikan oleh Mendag usai meresmikan Pasar Murah Ramadan dan Idulfitri di lingkungan Kementerian Perdagangan pada Rabu pagi.
Pemerintah berkomitmen akan terus memantau pergerakan harga melalui SP2KP secara real-time untuk mendeteksi potensi kelangkaan barang di wilayah bencana.
Diharapkan dengan langkah proaktif ini, kebutuhan pokok masyarakat selama bulan suci tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau, meskipun terdapat kendala infrastruktur di beberapa wilayah terdampak. (JPM)