Mendag Sebut Perang Iran-Israel Buka Peluang Pasar Ekspor Baru
Menteri Perdagangan Budi Santoso akan memanggil para eksportir untuk membahas antisipasi dampak penutupan Selat Hormuz, yang menjadi salah satu titik vital dalam perekonomian dunia.
Budi mengatakan pemanggilan para eksportir ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang mungkin terjadi, termasuk potensi gangguan impor bahan baku.
Keadaan geopolitik yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah saat ini turut berdampak pada kegiatan eksportir di tanah air. Penutupan Selat Hormuz menjadi salah satu aspek yang akan memengaruhi perekonomian di Indonesia. Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengaku akan memanggil para eksportir guna mendengarkan sejumlah kendala, termasuk potensi gangguan impor bahan baku yang saat ini tengah dihadapi.
Dengan langkah tersebut, pemerintah diharapkan bisa mengantisipasi dan mengambil langkah strategis ke depan akibat dampak perang di Timur Tengah. Budi mengaku saat ini belum bisa memastikan potensi penurunan angka ekspor secara spesifik; pihaknya masih harus menunggu aspirasi serta laporan dari para pengusaha terlebih dahulu.
Namun, Budi menilai krisis geopolitik tersebut dapat mengubah peta perdagangan internasional. Saat rantai pasok global terganggu, hal itu dipastikan berdampak pada kegiatan ekspor dan impor yang menjadi terhambat. Meski demikian, Mendag menyebut kondisi saat ini secara tidak langsung menuntut Indonesia untuk mulai membuka pasar baru ke negara-negara lain sebagai langkah diversifikasi.