Mengenal Pansoh, Kuliner Khas Dayak Kanayatn Dimasak dalam Bambu di Riam Angan
Perayaan HUT ke-14 IWO Landak di kawasan wisata Riam Angan menjadi ajang untuk memperkenalkan kuliner tradisional pansoh.
Olahan daging ayam dalam batang bambu ini menyajikan cita rasa gurih alami dan menjadi magnet wisata kuliner lokal.
Inilah pansoh atau ayam pansuh, hidangan tradisional masyarakat Dayak Kanayatn yang masih dipertahankan hingga kini di Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak.
Dalam momen perayaan HUT ke-14 IWO Landak, hidangan pansoh menjadi suguhan utama yang memanjakan lidah para tamu undangan.
Proses memasak pansoh terbilang cukup unik. Potongan daging ayam kampung dibumbui rempah sederhana seperti bawang, serai, dan garam, lalu dimasukkan ke dalam ruas bambu.
Bambu kemudian ditutup daun singkong muda sebelum dibakar di atas bara api hingga kaldu meresap sempurna bersama sari bambu.
Bagi masyarakat setempat, pansoh bukan sekadar makanan biasa, melainkan kuliner yang sarat dengan tradisi menjamu tamu dan perayaan adat.
Karena beberapa bahan pelengkap seperti tengkuyung atau siput sungai cukup sulit didapat, pengelola mengimbau wisatawan untuk melakukan pemesanan lebih awal sebelum berkunjung.
Dari batang bambu, lahir cita rasa khas yang kini menjadi daya tarik kuliner dan pariwisata unggulan di Kabupaten Landak.