Mensesneg Sebut Kesepakatan Negosiasi Tarif Impor AS Bergerser ke Februari 2026
Pemerintah Indonesia masih terus berupaya melakukan negosiasi terkait kebijakan tarif impor Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump.
Meski semula ditargetkan rampung pada akhir Januari ini, Istana Kepresidenan menyatakan proses negosiasi diperkirakan bergeser ke pekan kedua Februari 2026.
Kepastian terkait kelanjutan negosiasi tarif impor antara Indonesia dan Amerika Serikat mulai menemui titik terang.
Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu sore kemarin, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan pembaruan terbaru dari Menko Perekonomian.
Jadwal penyelesaian negosiasi yang awalnya diharapkan selesai pada Januari 2026, kini diperkirakan akan mencapai kesepakatan pada pertengahan Februari mendatang.
Penyesuaian waktu ini disebut sebagai hal yang wajar dalam diplomasi ekonomi internasional, mengingat kebijakan tarif yang diusung Donald Trump memerlukan ketelitian dalam pembahasan poin-poin kerja sama.
Meski negosiasi masih berjalan dinamis, istana menyatakan hingga saat ini belum ada rencana khusus bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan kunjungan langsung ke Amerika Serikat terkait hal ini. Pemerintah masih mempercayakan proses teknis kepada tim ekonomi di bawah koordinasi Menko Perekonomian.
Prasetyo Hadi menegaskan pergeseran ini bukan karena adanya kendala substansial, melainkan proses penyelarasan titik temu kedua negara. Kedua belah pihak masih terus berkomunikasi untuk memastikan kesepakatan yang diambil dapat menguntungkan posisi dagang Indonesia di pasar global.
Publik kini menanti hasil final dari negosiasi tersebut pada Februari mendatang, dengan harapan kebijakan tarif baru Amerika Serikat tidak memberatkan komoditas ekspor unggulan Indonesia. (PTR)