Mensos Siap Jelaskan Proses Pemutakhiran Tanggapi Somasi YLKI
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, angkat bicara terkait rencana somasi yang dilayangkan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terkait penonaktifan massal Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Meski Kementerian Sosial terus melakukan pemutakhiran data warga penerima bantuan, ia memastikan siap untuk memberikan penjelasan.
Langkah ini dilakukan dalam rangka program bansos tepat sasaran guna menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, usai melakukan pertemuan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pemutakhiran data warga.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Saifullah yang akrab dipanggil Gus Ipul, mengaku siap mempertanggungjawabkan kebijakan kementeriannya demi efektivitas bantuan negara.
Hingga kini, pemutakhiran data warga penerima bansos terus dilakukan oleh sejumlah pihak terkait. Ia menegaskan bahwa saat ini Kementerian Sosial tidak bisa lagi melakukan pengelolaan data, penyaluran, serta evaluasi secara individu.
Seluruh data kini dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sementara Kementerian Sosial hanya membantu melakukan pemutakhiran dan penyaluran guna mengurangi konflik kepentingan (conflict of interest). (JPM)