Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Akhir 2026
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak akan ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM subsidi hingga akhir tahun dua ribu dua puluh enam.
Kebijakan ini diambil berdasarkan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto guna menjaga daya beli masyarakat.
Selain harga, stok BBM dan LPG juga dipastikan berada pada level aman di atas standar minimum.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memberikan jaminan kepada publik bahwa ketersediaan energi nasional dalam kondisi stabil.
Stok solar, bensin, hingga LPG dipastikan mencukupi kebutuhan nasional, bahkan melampaui batas minimum yang ditetapkan.
Menurut Bahlil, keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi telah disepakati oleh pemerintah. Ia optimistis kebijakan ini bisa dipertahankan dalam jangka panjang selama kondisi harga minyak dunia tetap terkendali.
Meski demikian, kebijakan harga ini tetap bergantung pada pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).
Saat ini, posisi APBN dinilai masih sangat kuat untuk menopang subsidi energi. Berdasarkan data pemerintah, rata-rata harga ICP sejak Januari berada di kisaran tujuh puluh tujuh dolar AS per barel. Angka ini masih di bawah batas toleransi anggaran, yakni seratus dolar AS per barel.
Dengan kondisi ICP yang stabil, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir akan adanya gejolak harga energi dalam waktu dekat.