Menteri PU Pastikan Penangan Kerusakan Pasca Gempa Dipercepat
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memastikan penanganan kerusakan infrastruktur di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara dipercepat pascagempa magnitudo 7,6 yang sempat memicu peringatan dini tsunami.
Dody menyebut saat ini timnya sudah berada di lokasi guna mendata kerusakan yang terjadi.
Menanggapi bencana gempa bumi tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo merespons cepat dengan menerjunkan tim ke lokasi terdampak.
Dody menyampaikan bahwa Tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di wilayah tersebut telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, sembari menunggu arahan teknis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pemerintah daerah.
Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami longsor, khususnya di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.
Menurut Dody, langkah darurat dilakukan agar arus mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan.
Setelah penanganan sementara selesai, pemerintah akan melanjutkan dengan pembangunan infrastruktur permanen.
Sebelumnya, BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan status peringatan dicabut setelah pemantauan menunjukkan kondisi laut kembali aman.
Diketahui, gempa terjadi di barat daya pantai Pulau Batang Dua, dekat wilayah Kota Ternate dan Kota Bitung. Analisis BMKG menunjukkan gempa dipicu oleh deformasi kerak bumi berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya.
Sementara itu, status waspada sempat diberlakukan untuk Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, dan Bolaang Mongondow bagian selatan.
Meski tsunami sempat terdeteksi, kondisi laut kini dinyatakan aman. Pemerintah menegaskan fokus saat ini beralih pada percepatan pemulihan infrastruktur serta memastikan konektivitas wilayah tetap terjaga.