Meriah dan Penuh Makna, Pawai Budaya Roah Pampakng
Tradisi turun-temurun masyarakat Dayak Kanayatn kembali digelar meriah di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Roah atau Tahun Baru Padi menjadi momen ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas hasil panen, kesehatan, dan keselamatan.
Tak hanya sarat makna spiritual, perayaan ini juga diisi dengan pawai budaya yang menyedot antusiasme ribuan warga.
Suasana meriah terlihat di Dusun Pampakng, Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, pada Selasa siang.
Warga dari berbagai daerah memadati lapangan untuk menyaksikan perayaan Roah. Sebelum pawai dimulai, masyarakat dihibur dengan penampilan artis lokal yang menambah semarak suasana menyambut puncak acara.
Acara resmi dibuka dengan tari Nimang Padi, tarian tradisional Dayak Kanayatn sebagai wujud syukur dan doa atas panen yang melimpah.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, mulai dari anak-anak hingga orang tua yang menikmati setiap jengkal penampilan seni yang disuguhkan oleh panitia penyelenggara.
Pawai budaya yang diikuti oleh 20 organisasi masyarakat se-Kabupaten Landak ini dimulai pada pukul 15.00 WIB.
Ini merupakan pawai budaya yang pertama kali diselenggarakan dengan rute mengelilingi Dusun Pampakng, melewati rumah-rumah warga, dan kembali ke lapangan sebagai titik akhir kegiatan.
Warga setempat serta pengunjung dari Ngabang dan sekitarnya turut memadati sepanjang rute untuk menyaksikan iring-iringan pawai dari depan rumah mereka.
Usai pawai, perayaan dilanjutkan dengan hiburan rakyat, termasuk penampilan band dan artis-artis lokal, serta tradisi kunjungan antar rumah warga dalam semangat Beroah.
Tradisi Roah Pampakng diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan semata, namun juga menjadi sarana efektif untuk pelestarian budaya Dayak bagi generasi mendatang.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai luhur gotong royong dan rasa syukur terus dipupuk agar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.