Naga Bersinar Rajut Harmoni Antar Etnis di Kota Khatulistiwa
Perayaan Cap Go Me 2577 Kongzili di Kota Pontianak berlangsung meriah. Sebanyak 49 naga bercahaya tampil memukau dalam parade naga bersinar yang digelar di sepanjang Jalan Gajah Mada, Selasa malam.
Ribuan warga dari berbagai etnis tumpah ruah menyaksikan atraksi budaya yang menjadi simbol harmoni di Kota Khatulistiwa.
Iring-iringan naga bersinar dengan lampu warna-warni meliuk di antara lautan manusia di Jalan Gajah Mada, Pontianak. Sebanyak 49 kelompok menampilkan naga dengan panjang bervariasi, mulai dari 20 meter hingga yang terpanjang mencapai 118,8 meter. Cahaya lampu yang gemerlap berpadu dengan tabuhan musik tradisional menciptakan suasana semarak dalam perayaan Cap Go Me tahun ini.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara. Menurutnya, parade ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum mempererat persatuan di tengah keberagaman. Ia menambahkan bahwa perayaan Imlek dan Cap Go Me tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung tertib dengan mengedepankan sikap saling menghormati antarumat beragama.
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menilai ajang (event) budaya ini memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata unggulan daerah. Sementara itu, Ketua Panitia Festival Cap Go Me Pontianak, Hendri Pangestu Lim, menjelaskan bahwa seluruh naga yang tampil merupakan hasil kreasi masyarakat dari berbagai kelenteng dan perkumpulan di Kota Pontianak.
Menurut Hendri, persiapan telah dilakukan jauh hari, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Parade naga bersinar tak hanya menjadi tontonan spektakuler, tetapi juga menjadi simbol kuat harmoni antaretnis di Kota Pontianak. Di tengah keberagaman, budaya kembali membuktikan kemampuannya menyatukan masyarakat dalam suasana penuh toleransi.