Panen Perdana Jagung Hibrida Perkuat Ketahanan Pangan
Pemerintah Kota Pontianak bersama kelompok tani melakukan panen perdana jagung hibrida di kawasan Pontianak Utara, Kamis pagi.
Panen ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan berkelanjutan di wilayah perkotaan.
Beginilah suasana panen jagung yang dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Hidup Baru yang berlokasi di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Sapi Kunak, Jalan Kebangkitan Nasional, Pontianak Utara. Dari lahan seluas setengah hektare ini, petani berhasil memanen sekitar 1,5 ton jagung hibrida varietas NK Naga yang telah ditanam selama kurang lebih 110 hari.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, menjelaskan bahwa panen ini menjadi langkah awal pengembangan jagung di wilayah perkotaan meskipun dihadapkan pada keterbatasan lahan. Irwan menambahkan, ke depan Pemerintah Kota Pontianak juga akan mengupayakan keterlibatan Perum Bulog untuk menyerap hasil produksi petani, sekaligus menyiapkan sejumlah lahan lain untuk pengembangan jagung, salah satunya di kawasan Balai Benih Hortikultura Batu Layang.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menilai gerakan panen jagung merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Program pengembangan jagung di Pontianak sendiri diawali dengan uji coba pada tahun 2025 setelah dilakukan studi banding ke Kabupaten Bengkayang, salah satu daerah penghasil jagung utama di Kalimantan Barat.
Hingga kini, terdapat lima kelompok tani di Pontianak Utara yang direncanakan akan mengembangkan komoditas jagung sebagai salah satu upaya memperkuat produksi pangan lokal. Selain jagung, Kota Pontianak juga memiliki komoditas hortikultura unggulan berupa sayuran daun yang diproduksi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasok ke sejumlah daerah di Kalimantan Barat.