Panglima TNI Berikan Santunan Prajurit Gugur di Lebanon
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melayat ke rumah duka almarhum Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, Jawa Barat.
Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga saat Panglima menyampaikan duka mendalam serta komitmen negara untuk memberikan hak-hak bagi para prajurit yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama istri tiba di rumah duka almarhum Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, Cimahi, Jawa Barat, pada Rabu siang.
Kedatangan Panglima disambut isak tangis keluarga, terutama istri almarhum yang tak kuasa menahan duka atas kehilangan sosok suami sekaligus prajurit terbaik TNI tersebut.
Dalam suasana haru, Panglima berbincang langsung dengan ayah dan keluarga besar almarhum guna menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian di Lebanon pada 30 Maret 2026.
Kehadiran ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi pimpinan terhadap pengabdian prajurit di medan tugas internasional.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan komitmen negara untuk memberikan hak para prajurit yang gugur, termasuk pemberian Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada seluruh prajurit yang meninggal dunia dalam misi tersebut sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan pengorbanan mereka.
Selain itu, ahli waris akan menerima santunan dari ASABRI sebesar 350 juta rupiah serta pemberian gaji penuh selama 12 bulan ke depan.
Anak-anak dari prajurit yang gugur juga akan mendapatkan beasiswa pendidikan sebesar 30 juta rupiah dan jaminan pendidikan hingga mereka beranjak dewasa.
Kehadiran Panglima TNI menjadi bentuk nyata perhatian dan penghormatan negara kepada prajurit yang gugur dalam tugas suci, sekaligus memastikan bahwa hak-hak dan masa depan keluarga yang ditinggalkan tetap terjamin dengan baik oleh negara.