Pasar Airmadidi Surga Jajanan Tradisional, Pusat Buruan Kuliner Khas Minahasa
Pasar tradisional tak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, namun juga menjadi ruang untuk menjaga warisan kuliner daerah.
Di Pasar Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, beragam kue tradisional khas Minahasa tetap eksis dan melegenda hingga kini.
Mulai dari manisnya kue cucur hingga legitnya dodol, jajanan ini tak hanya diburu warga lokal, namun juga menjadi magnet bagi wisatawan dari luar daerah.
Pasar Airmadidi di Kabupaten Minahasa Utara kini menjadi surga bagi para pencinta kuliner autentik tanah Minahasa. Sejauh mata memandang, para pengunjung akan dimanjakan dengan beragam pilihan jajanan tradisional yang menggugah selera.
Mulai dari kue cucur, balapis, apang pondang, bobengka, hingga koyabu dan lampu-lampu yang lumer di mulut. Tak ketinggalan, penganan khas seperti nasi jaha, kenari, dan dodol Minahasa tetap menjadi primadona dan tak pernah sepi peminat.
Banyaknya varian kue yang dijual menjadi bukti kuat bahwa warisan kuliner lokal masih terjaga dengan sangat baik. Para pelaku UMKM di pasar ini mengaku minat masyarakat tetap stabil meski gempuran kuliner modern juga semakin masif.
Menurut mereka, pembeli bahkan rela datang jauh-jauh dari Kota Manado, Bitung, dan luar daerah lainnya hanya demi mendapatkan cita rasa asli jajanan Airmadidi.
Dalam satu hari, seorang pedagang kue balapis mampu menjual hingga puluhan baki. Sementara untuk komoditas dodol, penjualan dapat mencapai ratusan ikat per hari, terutama saat memasuki akhir pekan atau hari pasar.
Menariknya di pasar ini, harga yang ditawarkan pun sangat ramah di kantong. Para pedagang mematok harga mulai dari dua ribu hingga dua ribu lima ratus rupiah saja per buahnya.
Jadi, bagi Anda sobat pencinta kuliner yang lagi berkunjung ke tanah Minahasa, jangan lupa untuk datang ke Airmadidi, ibu kota Kabupaten Minahasa Utara, untuk merasakan berbagai cita rasa manis dan legit yang khas. (BRAY)