Pasokan Dari Pontianak Belum Masuk, Harga Daging Sapi dan Ayam Potong di Ngabang Masih Tinggi
Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Tungkul Ngabang, Kabupaten Landak, pada Kamis siang, 26 Maret 2026, terpantau mulai stabil.
Hanya saja, sejumlah komoditas tertentu seperti daging sapi dan daging ayam masih dijual dengan harga yang cukup tinggi lantaran dipengaruhi oleh keterbatasan stok serta panjangnya rantai distribusi.
Aktivitas jual beli di Pasar Rakyat Tungkul Ngabang siang tadi mulai berangsur normal kembali pasca perayaan Hari Raya Idulfitri.
Masyarakat terlihat mulai ramai berbelanja kebutuhan sehari-hari meski beberapa harga komoditas pangan di pasar tersebut terpantau masih bervariasi.
Harga bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir dilaporkan masih relatif stabil dan terjangkau oleh warga.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada harga daging sapi segar dan ayam potong yang masih bertahan di level tinggi akibat terbatasnya ketersediaan stok di lapak para pedagang.
Kondisi kelangkaan stok ini terjadi karena pasokan dari luar daerah, khususnya yang dikirim dari Kota Pontianak, belum masuk sepenuhnya ke pasar ini.
Hal tersebut menyebabkan hukum pasar berlaku di mana minimnya barang berbanding lurus dengan tingginya harga jual di tingkat konsumen.
Pemerintah daerah terus berupaya menekan harga, terutama untuk komoditas daging ayam, dengan melakukan koordinasi langsung ke tingkat peternak agar distribusi menjadi lebih efisien.
Langkah ini diambil guna memotong rantai pasar yang terlalu panjang sehingga harga di tingkat pedagang pasar dapat segera melandai.
Upaya intervensi pasar tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan dan mempertahankan daya beli masyarakat Kabupaten Landak.
Pemerintah juga mengimbau para pedagang untuk tidak melakukan spekulasi harga di tengah masa pemulihan aktivitas ekonomi pasca libur panjang lebaran.