PAUD Berprestasi Binaan TP PKK Kurang Dukungan Anggaran
PAUD Kelurahan Sungai Bangkong binaan TP-PKK Kota Pontianak mengaku kekurangan dukungan anggaran dari pemerintah kota.
Meski sempat meraih juara di tingkat nasional dengan program Sedayu, namun prestasi ini belum dapat menyejahterakan para guru yang mengajar di sekolah tersebut.
Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kepribadian anak sejak dini.
Namun di tengah perannya yang strategis, masih banyak lembaga PAUD yang menghadapi keterbatasan anggaran. Salah satunya PAUD Kelurahan Sungai Bangkong binaan Tim Penggerak PKK Kota Pontianak yang mengaku belum mendapat dukungan dana memadai dari Pemerintah Kota Pontianak.
Meski sempat menorehkan prestasi hingga tingkat nasional melalui program unggulan Sekolah Berbudaya Melayu atau Sedayu, PAUD Kelurahan Sungai Bangkong Pontianak mengakui masih mengalami keterbatasan dukungan anggaran. Kondisi ini berdampak pada kesejahteraan para guru serta pengembangan sarana pembelajaran.
Adapun jumlah murid di PAUD ini dibatasi sebanyak 20 anak sesuai kuota dari TP-PKK Kota Pontianak, dengan sasaran utama keluarga ekonomi menengah ke bawah.
Selain PAUD, lokasi ini juga didukung dengan keberadaan Perpustakaan Cendekia. Hanya saja sangat disayangkan, pengelola pun mengaku belum pernah mendapat bantuan anggaran untuk mendukung operasional perpustakaan serta meningkatkan minat baca anak-anak.
Padahal, keberadaan PAUD Sungai Bangkong sangat terbantu dengan adanya Perpustakaan Cendekia, yang mana selama ini operasional perpustakaan masih menggunakan dana pribadi pengelola. Termasuk untuk mengadakan kegiatan keterampilan bagi orang tua murid.
Menanggapi kondisi ini, DPRD Kota Pontianak mendorong pemerintah kota agar lebih cepat memberikan dukungan anggaran demi keberlangsungan kegiatan pembelajaran serta peningkatan minat baca anak sejak usia dini.
Menurut Anggota DPRD Kota Pontianak, Edi Zaidar, PAUD merupakan investasi jangka panjang. Dukungan anggaran perlu diprioritaskan, apalagi lembaga ini sudah terbukti berprestasi secara nasional.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pontianak sebenarnya telah mengalokasikan anggaran sebesar lima miliar rupiah pada tahun 2025 untuk memperkuat layanan PAUD, termasuk peningkatan sarana dan prasarana di berbagai wilayah, termasuk potensi perbaikan di kawasan Sungai Bangkong.
Hanya saja alokasi anggaran tersebut ternyata belum menyentuh PAUD binaan TP-PKK ini. (END)