Pemerintah Klarifikasi Viral Motor Listrik BGN : Anggaran 2025 dan Harga di Bawah Pasar
Pemerintah buka suara terkait polemik pengadaan sepeda motor listrik untuk operasional Badan Gizi Nasional atau BGN yang viral di media sosial.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan tidak ada anggaran pengadaan motor tersebut pada tahun ini, melainkan dialokasikan pada tahun dua ribu dua puluh lima yang lalu.
Sementara itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana, turut meluruskan isu harga satuan motor yang disebut-sebut mencapai lima puluh delapan juta rupiah.
Beberapa waktu lalu, masyarakat dihebohkan dengan unggahan video yang menampilkan deretan sepeda motor listrik dengan logo Badan Gizi Nasional atau BGN.
Hal ini memicu spekulasi terkait asal-usul anggaran di tengah kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu siang, menegaskan bahwa pemerintah tidak mengalokasikan anggaran pengadaan motor BGN pada tahun ini.
Menkeu menyebut semua perencanaan anggaran operasional tersebut masuk dalam plafon anggaran tahun dua ribu dua puluh lima.
Senada dengan Menkeu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi terkait jumlah dan harga satuan.
Dadan membantah kabar harga per unit motor listrik tersebut mencapai lima puluh delapan juta rupiah.
Ia menegaskan pemerintah berhasil mendapatkan harga empat puluh dua juta rupiah per unit, atau di bawah harga pasaran sebesar lima puluh dua juta rupiah.
Dari target awal sebanyak dua puluh empat ribu empat ratus unit, realisasi yang telah dilakukan adalah sekitar dua puluh satu ribu delapan ratus unit.
Kendaraan operasional ini dinilai sangat krusial untuk menunjang mobilitas petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, terutama bagi mereka yang bertugas mendistribusikan makanan bergizi ke wilayah dengan akses geografis yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.