Pemerintah Kucurkan Insentif Lebaran 2026 Sebesar Rp911 Miliar
Pemerintah resmi mengucurkan dana stimulus ekonomi sebesar 911,16 miliar rupiah jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Stimulus ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional. Adapun cakupannya meliputi diskon transportasi, tarif tol, hingga penyaluran bantuan sosial pangan secara masif.
Dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian di masa libur Ramadan dan hari raya Lebaran pada tahun ini, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program stimulus ekonomi.
Program tersebut mencakup pemberian diskon tiket hingga tarif tol untuk memudahkan mobilitas transportasi di masa mudik Lebaran.
Selain itu, pemerintah juga memberlakukan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere, serta penyaluran bantuan sosial dan pangan melalui Kementerian Sosial.
Dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa siang, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah telah mengucurkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun non-APBN sekitar 911 miliar rupiah.
Selain diskon kereta api, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan juga telah menyiapkan program mudik gratis secara besar-besaran.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan program ini ditargetkan dapat menyasar puluhan ribu pemudik dengan tujuan berbagai provinsi di Indonesia.
Tidak hanya jalur darat, masyarakat yang menggunakan transportasi udara juga akan menikmati diskon tiket pesawat sebesar 17 hingga 18 persen untuk kelas ekonomi perjalanan dalam negeri.
Kebijakan diskon ini berlaku mulai tanggal 14 sampai 29 Maret 2026 dengan target penumpang mencapai 3,3 juta orang.
Sebagai bantalan sosial bagi masyarakat kurang mampu, pemerintah melalui Kementerian Sosial juga mulai menyalurkan bantuan pangan.
Bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng ini akan diberikan secara rutin selama dua bulan yang dimulai pada Februari 2026.
Langkah ini diharapkan dapat menekan kenaikan harga pangan dan menjaga tingkat konsumsi rumah tangga selama momen Lebaran.
Dengan berbagai stimulus ini, pemerintah berharap perputaran ekonomi di daerah dapat meningkat tajam seiring dengan tradisi mudik masyarakat ke kampung halaman. (JPM)